Puisi – puisi Rizki Kurniawan

Kumpulan Puisi Rizki Kurniawan

Jasa Bunda

Dalam keheningan malam yang sunyi sepi

menghanyutkan imajinasiku ke masa dulu

di iringi buaian syair lagu sayup-sayup terdengar

yang memutar mundur roda kehidupan masa lalu

Saat terukir kasih sayang bunda kepada anak kecil yg belum tau apa-apa

saat terucap kata manis yang memberitahu bagaimana caranya berkata-kata

saat teriring doa setiap sujudnya ‘semoga engkau cepat besar nak’

saat terkuras waktu, tenaga dan pikirannya

entah, entah bagaimana harus aku balas jasamu bunda

Kini semua itu larut dalam rajutan kenangan

kenangan indah masa lalu yang tak mungkin terlupakan

ketika ku pandang bundaku lelap dalam tidur

terlelap dalam buaian mimpi indah

seuntai senyum terlukis diwajahnya

wajah ayu yang teduh dan menyejukkan

kata tak kuasa mengungkap rasa haru dan bahagia ketika itu

Hati ini hanya bisa berkata dengan sendu

semoga engkau sehat-sehat selalu, Bunda

28 Februari 2021 / 16 Rajab 1442

Pengabdian

Telah lama ku menantikanmu tumpuan hatiku

Rindu hati semakin rindu ingin bertemu

Seperti yang telah kau janjikan

Bahwa semua kami akan bertemu denganmu

Kubuka pintu jendela dunia kucari dikau tak bersua

Sendu rindu hatiku sendu

Bila masanya ku lihat wajahmu yang menjadi dambaan hatiku

Lima kali sehari ku bersimpuh berbisik ke bumi

Tunaikan baktiku sebagai tanda kesetiaanku

Berharap pintu langit terbuka lebar untukku

Dalam penantian yang panjang

Ku sabar menunggu dan tabahkan hatiku, kelak kan ku lihat wajahmu

Ingin ku dendangkan shalawat rindu

Curahan kasihku sayang, syahdu saat kita bertemu

Kan kuserahkan hidup dan matiku

Terimalah ini pengabdianku

Air Bangis, 20 April 2020

26 Sya’ban 1441 H

Malapetaka

Hujan badai turun ditengah malam yang kelam

Membuat bencana pada umat yang terlena, membuat bencana pada umat yang terlena

Gempa bumi, banjir dan wabah melanda manusia

Memusnahkan harta benda dan merenggut nyawa, memusnahkan harta benda dan merenggut nyawa

Oh, Tuhan yang esa ampunilah umatmu serta lindungilah dari malapetaka

Kita berada diambang pintu bulan suci ramadhan

Sabar dan tawakal pada tuhan yang kuasa, sabar dan tawakal pada tuhan yang kuasa

Sadarilah wahai umat ini suatu ujian

Syukurilah nikmat tuhan yang telah dilimpahkan, syukurilah nikmat tuhan yang telah dilimpahkan

Bila kau tempuh jalan yang penuh noda dan dosa

Mungkin ini suatu sebab terjadi bencana, mungkin ini suatu sebab terjadi bencana

Oh, Tuhan yang esa ampunilah umatmu serta lindungilah dari malapetaka

Kembalilah wahai umat kejalan yang suci

Amar makruf nahi mungkar itu perintah ilahi, amar makruf nahi mungkar itu perintah ilahi

Air Bangis, 19 April 2020

25 Sya’ban 1441 H

Share this:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *